Sebuah Pengalaman: Cara Memperbaiki Galat HTTP ERROR 500 Pada Situs WordPress

Entah bagaimana mulanya, situs web teman saya tiba-tiba tidak dapat diakses. Setiap kali saya akses, selalu saja keluar galat. HTTP ERROR 500. Bingung sih, karena ini bukan galat yang dihasilkan dari feedback si server-nya, melainkan dari peramban web yang saya gunakan.

Situs web tersebut menggunakan WordPress.

Galat yang saya temui disitus web teman saya

Jika dilihat dari kebiasaanya, sebagai CMS yang memiliki pangsa pasar terbesar dan dukungan komunitas yang kuat, seharusnya penanganan masalah serupa tidak terlalu sulit. Ya itu-pun kalau saya sendiri pemilik situsnya.

Karena ini bukan situs saya, jadi ada beberapa langkah yang harus saya lakukan untuk mengungkap penyebab galat yang terjadi.

Aktifkan Mode Pengawakutuan (Debugging)

Ini adalah metode untuk mencari 'kutu' yang sudah disediakan oleh pengembang WordPress. Untuk masuk ke mode pengawakutuan cukup mudah. Buka berkas wp-config.php kemudian cari barisan kode yang digunakan untuk mendefinisikan mode pencarian kutu.

define('WP_DEBUG', false);

Ubah baris kode tersebut menjadi seperti berikut.

define('WP_DEBUG', true);

Simpan berkas wp-config.php. Saya beralih ke peramban dan memuat ulang halaman. Inilah yang terjadi.

Tampilan galat setelah mengaktifkan mode pengawakutuan

Nah, biasanya, galat yang ditampilkan mode pengawakutuan sangat beragam. Pada kasus ini ternyata ada malfungsi yang tidak dapat dieksekusi oleh bagian-bagian penting WordPress.

Menurut sepengetahuan saya nih, galat pada kasus ini disebabkan oleh proses pembaruan yang tidak sesuai SOP yang telah ditentukan. Benarkan jika saya salah, ya.

Nah, bagaimana SOP yang direkomendasikan untuk memperbarui WordPress? Akan saya ulas diartikel lain, yah. Peace!

Proses Memperbaiki Galat

Ini menjadi bagian yang panjang bagi saya untuk memperbaiki galat yang ada. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, situs yang mengalami galat bukan situs milik saya. Sehingga saya hanya mengandalkan perasaan.

Bukan perasaan aku ke kamu, lo ya. Tetapi lebih ke menduga-duga versi WordPress yang sebelumnya digunakan.

Saya mencoba mengunduh beberapa versi WordPress yang berbeda dari laman rilis WordPress. Mulai dari versi terkini, 5.2.2, 5.2 dan masalah dapat teratasi pada versi 5.0.1.

Beberapa versi WordPress berbeda yang sudah saya coba

Cara memperbaikinya sama dengan cara saat kita melakukan peningkatan WordPress secara manual, seperti yang sudah dijelaskan pada situs dukungan WordPress bagian artikel memperbarui WordPress secara manual:

  • Unduh versi yang sesuai, disini saya menggunakan versi WordPress 5.0.1.
  • Ekstrak arsip yang sudah kita unduh, Anda akan menemukan direktori bernama wordpress.
  • Masuk ke direktori tersebut, kemudian kompres direktori wp-admin dan wp-includes bersama.
  • Unggah berkas arsipnya ke public_html atau tempat Anda menyimpan berkas WordPress. Agar lebih mudah dalam proses pengunggahan, saya menggunakan FIleZilla.
  • Hapus direktori wp-admin dan wp-includes lama yang ada di public_html.
  • Ekstrak berkas arsip (berkas kompresan wp-admin dan wp-includes) yang sudah Anda unggah ke hosting.
  • Akses kembali situs Anda dengan memuat ulang peramban web Anda.

Sampai pada langkah ini, situs teman saya sudah dapat diakses kembali.

Kesimpulan

Selain yang saya ulas di artikel ini, masih banyak galat-galat lain yang ditimbulkan oleh faktor manusiawi pada WordPress. Baik pada sisi WordPressnya sendiri, atau yang lebih banyak dari sisi penggunanya.

Berkat dukungan dari komunitasnya yang kuat dan solid, serta lengkapnya dokumentasi resmi maupun non-resmi, akhirnya kita jadi mudah dalam memperbaiki galat yang kita temukan.

Begitulah, kata Sunan Ampel, dalam buku sejawah Wali Songo, "pengalaman adalah guru yang paling baik". Saya-pun berguru dari pengalaman-pengalaman yang biasanya saya temukan dilapangan.

Akhir kata, terima kasih buat teman saya yang sudah memberitahu masalah ini, akhirnya saya bisa belajar lagi tentang salah satu jenis galat di WordPress. Yang paling penting sih agar saya punya topik untuk diulas di sini. Hihihi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Membuat Menu Navigasi di Footer Blogger

Cara Memperbaiki Galat Network Unreachable Resolving pada Named di CentOS 7

Cara Memasang WoeUSB di Ubuntu 2020 LTS