Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel

Daftar Repositori Lokal untuk Ubuntu 21.04

Gambar
Hai, selamat datang kembali di ChotibulStudio. Di artikel kali ini, saya akan membahas daftar repositori atau lumbung lokal yang recommended  untuk Ubuntu 21.04 'Hirsute Hippo'. Ubuntu 21.04 merupakan versi Ubuntu terbaru yang dirilis pada 22/04 kemarin. Meskipun dirilis dengan nomor rilis 21.04, Ubuntu dengan kode nama Hirsute Hippo ini tidak menyandang status dukungan jangka panjang. Ilustrasi latar belakang Ubuntu 21.04 'Hirsute Hippo' Meski dirilis tanpa embel-embel LTS ( Long-term Support ) atau dukungan jangka panjang, nyatanya, Ubuntu 21.04 sangat cocok untuk Anda, khususnya para penggemar teknologi terkini. Apalagi, Ubuntu 21.04 ini hadir dengan fitur Active Directory -nya Microsoft secara bawaan. Canonical love  Microsoft? Saya belum yakin, sih. Dari pada mikirin itu, mending kita mikirin solusi, gimana caranya agar proses pembaruan dan peningkatan paket bisa lebih cepat?. Jawabannya, dengan mengarahkan konfigurasi repositori atau lumbung paket ke layanan lo

Cara Memperbaiki Galat "an Error Occurred While Installing the Database" pada phpMyAdmin

Gambar
Hi!. Selamat datang kembali di ChotibulStudio. Di artikel kali ini, saya ingin membahas cara memperbaiki galat an error occurrade while installing the database  pada phpMyAdmin. Galat tersebut disebabkan oleh konfigurasi yang sudah saya buat di MariaDB pada artikel saya sebelumnya. Galat " an Error Occurred While Installing the Database " phpMyAdmin Artikel tersebut berjudul  MariaDB sudah diatur password  root-nya, tapi masih bisa login tanpa password . Sebuah artikel yang menjelaskan cara memperbaiki masalah agar MariaDB meminta autentikasi kata sandi saat pengguna ingin masuk ke konsolnya. Siapa sangka, langkah tersebut malah menjadi penyebab phpMyAdmin tidak dapat dipasang dengan baik. Ya, pada saat proses pemasangannya, phpMyAdmin akan membuat basis data baru. Basis data tersebut digunakan untuk menyimpan berbagai informasi yang dibutuhkan olehnya. Basis data yang dibuat oleh phpMyAdmin juga akan disimpan ke dalam sistem basis data, dalam hal ini, MariaDB. Agar proses

Cara Upgrade Ubuntu 14.10 ke Ubuntu 20.04 LTS

Gambar
Selamat datang di ChotibulStudio. Di artikel kali ini, saya akan coba mengulas bagaimana cara upgrade  Ubuntu 14.10 ke Ubuntu 20.04 LTS. Kasus ini saya alami saat saya diberikan akses ke mesin vps kantor untuk keperluan pembaruan paket-paket yang ada didalamnya. Begitu saya berhasil login, betapa kagetnya saya melihat sistem operasinya yang masih pakai Ubuntu 14.10 "Utopic Unicorn". Ilustrasi gambar dengan maskot Ubuntu 20.04 LTS "Focal Fossa" Sekedar informasi, Ubuntu 14.10 "Utopic Unicorn" merupakan sistem operasi Ubuntu stabil yang dirilis pada 23 Oktober 2014. Tepat 6 tahun yang lalu. Sebagai sistem operasi non-LTS ( long-term support ), dukungan yang diberikan sudah berakhir sejak 23 Juli 2015. Beruntung, meskipun dukungan sudah dihentikan, tapi repositori atau lumbung paket resmi masih dapat diakses dengan lancar. Ini sangat penting untuk melakukan tahapan peningkatan versi. Untuk dapat melakukan proses ini, ada beberapa hal yang perlu Anda persiapka

GNS3 Akhirnya Bisa Dijalankan tanpa Hak Akses Root

Gambar
Saat mencoba memperbaiki masalah GNS3 yang tiba-tiba harus dijalankan dengan hak akses root, saya menemui jalan buntu. Tapi berkat pembaruan yang masuk pada 10 Agustus 2020, siang, GNS3 akhirnya bisa dijalankan tanpa hak akses root lagi.  It's Magic . Oiya, jika Anda menemukan tulisan ini di pencarian mesin pencari, Anda bisa mengabaikannya. Artikel ini tidak membahas bagaimana menjalankan GNS3 tanpa akses root melainkan jawaban dari unek-unek  saya sebelumnya di artikel GNS3 wajib dijalankan dengan akses root . Ya, ini adalah jawaban dari unek-unek  itu. Entah mimpi apa saya semalam. Pembaruan melalui Software Updater  muncul ditengah-tengah  meeting . Software Updater  menampilkan dua aplikasi yang perlu diperbarui. GNS3 dan KDEnlive. Sepertinya, ini hanya dugaan awal saya, pembaruan ini memperbaiki beberapa masalah yang sempat saya temui dikeduanya. Ya, tidak hanya GNS3, sebelumnya saya juga menemukan masalah di KDEnlive juga. Dimana saat proses rendering berlangsung KDEnlive ti

Canonical Livepatch tidak Mendukung Kernel x.x.x-xxxx-kvm

Gambar
Maksud hati ingin meminimalisir VPS dari permintaan  restart  oleh sistem pasca update , apalah daya Canonical Livepatch tidak mendukung kernel x.x.x-xxxx-kvm. Lantas, apa yang saya lakukan kalau sudah begini? Tentu saja sambat . Jadi, jika Anda kebetulan menemukan artikel ini, saya ucapkan selamat datang di artikel yang penuh dengan sambat -an edisi pertama. Karena ini edisi pertama, kemungkinan akan ada edisi-edisi berikutnya. Seperti yang sudah Anda tahu, tidak semua masalah bisa langsung menemukan jalan keluar untuk segera ditangani. Dari dapada cuman saya rasakan sendiri, mending saya share aja sekalian. Hehe. Sebelum masuk lebih jauh ke inti sambat  saya, terlebih dahulu saya akan coba menjelaskan apa itu Canonical Livepatch. Canonical Livepatch adalah fitur yang meminimalisir permintaan reboot  oleh sistem setelah memasang pembaruan atau tambalan kernel kritis. Fitur ini dapat nemerapkan pembaruan secara otomatis tanpa perlu me- reboot  sistem. Ini adalah fitur yang sangat diha

GNS3 Wajib Dijalankan dengan Akses Root!

Gambar
Pasca upgrade  ke Ubuntu 20.04 LTS, memang banyak aplikasi yang ngadat dan belum siap untuk dijalankan diatas Ubuntu 20.04 LTS. Saya sampai membuat catatan pasca upgrade  ke Ubuntu 20.04 LTS di blog pribadi saya. Nah, kebetulan, dari sekian aplikasi yang galat, salah satunya adalah GNS3. Disana, saya menulis penyebab galatnya GNS3 dikarenakan kesalahan fatal dari si Python. Setelah berhasil diperbaiki, eh, sekarang galat lagi. Entah kenapa, saat menjalankan GNS3 dengan pengguna non root GNS3 selalu galat. Akan tetapi sebaliknya, ketika dijalankan dengan root, GNS3 berjalan normal. GNS3 wajib dijalankan dengan akses root! . Beda dulu, beda pula yang sekarang. Galat yang muncul di GNS3 yang saya jalankan dengan pengguna non root ini berbunyi ERROR controller.py:446 Websocket notification stream error: The remote host closed the connection , ERROR controller.py:446 Websocket notification stream error: Unknown error dan  ERROR compute_manager.py:96 Error while getting compute list: Conn

Jenis-Jenis ROM Android, Kelebihan dan Kekurangannya

Rahmadhoni Haryo Jati - Tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan vendor-vendor ponsel pintar Android zaman ini seperti Samsung, Oppo, Vivo, Xiaomi, dll. Adapula sistem operasinya yaitu OneUI, ColorOS, FuntouchOS, MIUI, dan lainya yang kita sebut dengan ROM. Tapi sudah tau jenis-jenis dari ROM belum?. Sebelum kita mulai pembahasan apa itu jenis-jenis ROM, sudah tahu apa itu ROM? coba cek pembahasan kita tentang ROM disini . Sudah baca dan tahu apa itu ROM? Singkatnya ROM adalah sebuah memori pada storage yang berisi Sistem Operasi Android. Sudah ada sedikit gambaran tentang ROM bukan?. Berikut adalah penjelasan dari jenis-jenis ROM : 1. Stock ROM Setiap ponsel pintar yang dijual di pasaran pasti telah dilengkapi dengan sistem operasi yang sudah tertanam dalam ponsel pintar dan siap digunakan. Dikembangkan dan diimplementasikan langsung oleh vendor ponsel pintar terkait, sistem operasi bawaan dari ponsel pintar inilah yang disebut dengan Stock ROM . Kelebihan : Stabilitas sistem op